#CerpenKoran: Dendam Yung Thiang

TE Priyono menceritakan satu sosok gadis dengan latarbelakang di kampung pecinan. Tentu saja kentara dengan ras Cina(Tiongkok)-nya. Bahwa sejatinya ras apapun, tetap ada orang tak baik perangainya di tengah masyarakat yg juga banyak baiknya. Simak selengkapnya #cerpenkoran Minggu Pagi itu di arsip #klipingsastra ini »» http://id.klipingsastra.com/2015/03/dendam-yung-thiang.html #cerpen #cerpenminggu #cerpenkoranminggu #MingguPagi #literature #literasi #sastraminggu #sastra #sastrakoran #kumpulansastra #klipingcerpen #kumpulancerpen #koranminggu

SEHARUSNYA sebelum semua terjadi, Kwang Hung sudah tahu. Tahu persis keadaan sebenarnya, juga memahami persoalan itu. Tapi sepertinya dia sengaja. Entah apa maksudnya membiarkan hal itu terjadi. Akibatnya sekarang dirasakan banyak orang. Kampung jadi kacau gara-gara Yung Thiang ngamuk. Kalau saja Kwa Hung tidak membiarkan pasungan yang mengekang tubuh gadis itu lepas, keributan yang menggemparkan kampung tidak bakal terjadi. Sekarang, orang menyalahkan Hung yang dianggap lalai, membiarkan adiknya kabur dari kamar pasungan.

Bagi Hung, perubahan total yang menimpa adiknya jadi seperti itu, menjadi pukulan berat. Sebagai anak tertua, dia punya kewajiban menjaga keselamatan adik kandungnya, Sejak kedua orangtuanya meninggal akibat musibah kebakaran di pabrik mie miliknya. Semua persoalan menyangkut urusan keluarga besar jadi tanggungjawabnya. Terlebih setelah adik semata wayang, Yung Thiang secara tiba-tiba mengalami depresi berat, jadi gila speerti itu, makin membebani pikirannya.
Sebelumnya Yung gadis cantik ramah dan disukai banyak warga karena perangainya yang santun dan rendah hati. Warga di Pecinan itu mengenalnya sebagai gadis piawai main pedang. Sejak kecil belajar wushu. Setelah peristiwa naas kebakaran pabrik mie yang merenggut nyawa kedua orangtuanya, gadis itu menjadi pendiam, bahkan sering ngomong sendiri. Bertutur seperti menyesali sesuatu yang telah terjadi.
Meski tidak begitu jelas yang diucapkan Yang, sesekali dari mulutnya muncul nama seseorang yang snagat dihormati, bahkan disegani di kawasan pecinan itu. Sebab itulah, Yung kemudian dipasung warga. Kalau dibiarkan, kelakuan Yung membuat pemilik nama itu tersinggung dan marah. Yung selalu menyebut Koh Han Chu sebagai orang yang menjadi otak terjadinya malapetaka di pabrik mie milik orangtuanya. Semua warga pecinan tahu, siapa Koh Han yang disebut Yung sebagai biang keladi kematian orangtuanya itu.

More at http://id.klipingsastra.com/2015/03/dendam-yung-thiang.html

Comment Stream