#Cerpen: Sepotong Kaki Untuk Ayah oleh I Nyoman Wirata

Dia aku sebut saja pohon ayah. Sebab memiliki kekuatan hidup bertahan pada akarnya. Dia sangat tabah walau badai menerpanya dari waktu ke waktu. Seperti pohon, akarnya kuat berpegangan di tempat dia tumbuh. Badai revolusi, badai politik di tahun 65, dan badai niskala atau kekuatan yang tak kasatmata, sama saja dapat memberangus akarnya.

Itu sebabnya, baginya kemiskinan belum berarti apa-apa, sebab seperti pohon, musim akan memberi harapan hidup, titik embun adalah berkah untuk menumbuhkan harapan. Akar adalah sumber spirit. Tidak akan ada kata menyerah dan selanjutnya benih-benih kehidupan baru tumbuh.

"Aku tamatan revolusi, seorang residivis," katanya. Dia dikerangkeng semasa revolusi dan sesudah masa kemerdekaan bekerja di penjara tempat dia dikerangkeng dulu. Kemudian dia terancam dikerangkeng kembali tidak bisa ke mana-mana karena kakinya diamputasi. Keseimbangan terancam karena kehilangan sebuah tungkai penyangga tubuhnya.

Dia sangat gembira. Matanya berkaca-kaca. Itu saat terindah bagiku dan itu saat pertama kali aku rasakan dia pulih. Agak ceria dan mulai banyak bicara seperti sebelum kakinya diamputasi.

"Persis!" katanya, sambil memperhatikan bentuk kaki palsu dari kayu bentawas buatanku. Tapi ketika dia menimang-nimang, "Agak berat," katanya. Kita coba saja pasang engselnya dan kalep kulitnya. Dia senang dengan kaki palsu kayu pertama buatanku.

Saya ingat tempat itu. Dulu ketika masih punya sepeda dengan bunyi cik-cik-cik dan remnya menyentak dengan suara menjerit, dia sering mengajakku ke sana. Sepeda itu dijual, lalu membangun bale delod, sebuah rumah dengan jendela kaca, tembok luar setengah badan berisi hiasan granit berupa batu-batu kecil, dipadu dengan pecahan beling dan batu saga merah yang tersebar sebagai ornamen. Sepeda itu hasil penjualan pulpen Parker dan pulpen Parker itu hadiah karena mengungkap misteri dalam sepilah kitab atau lontar kuno. Itu hal yang paling membuatnya tersanjung.

More at http://id.klipingsastra.com

Comment Stream