dampak dari limbah pabrik sohun

DAMPAK LIMBAH DARI PABRIK SOHUN

Untuk Memenuhi TugasIPA

Di susun oleh:

RIZAL HIDAYATI

XII TKR 11

YAYASAN ALJABBAR CILEDUG

SMK AL JABBAR CILEDUG

TERAKREDITASI : A

PROGRAM STUDI KEAHLIAN : TEKNIK OTOMOTIF

JL. KH. ZAENAL ARIFIN 17 PABUARAN LOR – PABUARAN

KABUPATEN CIREBON 45188 Telp (0231) 663340

Email : smk_aljabbar@yahoo.co.id http://www.smkaljabbar.com

TAHUN 2014
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur saya panjatkan kepada tuhan yang maha esa, karena atas berkat dan limpahan rahmatnyalah maka saya boleh menyelesaikan sebuah karya tulis dengan tepat waktu.

Berikut ini penulis mempersembahkan sebuah makalah dengan judul " DampakLimbah dari Pabrik Shoun", yang mmenurut saya dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita untuk mempelajari amdal.

Didalam penyusunan makalah ini saya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu saya , terutama Ibu Ety Andriany S, S.Hut selaku guru dan pembimbing saya.

Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang saya buat kurang tepat atau menyinggu perasaan pembaca.

Dengan ini saya mempersembahkan makalah ini dengan penuh rasa terima kasih dan semoga allah SWT memberkahi makalah ini sehingga dapat memberikan manfaat

Cirebon,11 Februari 2014

.

Rizal Hidayati

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Berdasarkan Peraturan Pemerintahan Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 1999 Amdal merupakan singkatan dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan amdal merupakan kajian mengenai dampak besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha atau kegiatanyang di rencanakan pada lingkungan hidup yang di perlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha atau kegiatan.

Amdal berperan penting dalam suatu kegiatan usaha sebagai pemberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang di timbulkan dari suatu usaha dan atau kegiatan. Upaya pemerintah untuk memantau kegiatan suatu usaha agar tidak dapat merugikan masyarakat sekitar.

Namun pada kenyataan masih banyak kegiatan suatu usaha yang tidak memperdulikan dampak yang di timbulkan dari limbah yang mereka hasilkan. Akhirnya pencemaran lingkungan hidup terjadi dan akibat dari ketidak-perdulian terhadap lingkungan ini tentu saja sangat merugikan manusia, yang dapat mendatangkan bencana bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, masalah pencemaran lingkungan baik oleh karena industri, memerlukan suatu pola sikap yang dapat dijadikan sebagai modal dalam mengelola dan menyiasati permasalahan lingkungan.

Itikad penanganan dan pemecahan masalah lingkungan telah ditunjukkan oleh pemerintah melalui Kantor Menteri Lingkungan Hidup yang mempersyaratkan seluruh bentuk kegiatan industri harus memenuhi ketentuan Amdal dan menata hasil buangan industri baik dalam bentuk padat, cair maupun gas. Disamping itu, berbagai seruan dan ajakan telah disampaikan kepada konsumen dan rumah tangga pengguna produk industri yang buangannya tidak dapat diperbaharui ataupun didaur ulang.

Program – program pemerintah perlu di perluas penyebarannya agar suatu kegiatan usaha baik skala nasional maupun tradisional menyikapi masalah – masalah yang terjadi di masyarakat agar limbah yang mereka hasilkan dapat di olah sebaik mungkin suapaya tidak terjadi dampak – dampak yang merugikan berkepanjangan.

B. BATASAN MASALAH

Dari uraian latar belakang diatas, pada kesempatan ini penulis mengambil judul “ DAMPAK LIMBAH DARI PABRIK SOHUN” karena berdasarkan dari analisis penulis ketika berkunjung ke pabrik sohun, sebagai tugas harian mata pelajaran IPA tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

BAB II

TEORI PENUNJANG

A. Pengertian

Pabrik adalah sarana untuk memproduksi barang, bahan atau makanan kebutuhan manusia. Sohun adalah mie halus yang dibuat dari campuran pati sagu, larutan kaporit dan pewarna biru makanan. Pabrik sohun adalah sarana yang di gunakan untuk memproduksi makanan seperti mie yang terbuat dari pati sagu. Dalam proses produksi sohun biasanya pabrik membutuhkan waktu yang cukup lama.

    B. Proses Membuat Sohun

    - Langkah pertama proses pencampuran bahan

Pati yang menjadi bahan baku di cuci dengan air untuk menghilangkan segala kotoran agar diperoleh tepung yang bersih. Setelah di pindahkan ke bak lain, pati diberi larutan kaporit yang berfungsi sebagai pemutih. Setelah putih pati di cuci kembali untuk menghilangkan bau kaporit lalu di beri pewarna biru makanan. proses pencampuran ini mengunakan mesin putar dan hasil campuran dicuci dan di endapkan selama satu minggu, tiap dua hari sekali air endapan di buang dan campuran di bilas dengan air baru.

- Langkah kedua

.

Hasil dari edapan yang bertekstur kenyal kemudian di timbang dan di campur dengan air dengn perbandingan 1:1 diaduk menjadi adonan yang di masak pada tungku pembakaran kayu menjadi adonan bubur kental .

- Langkah ke tiga

Setelah bahan di masak menjadi adonan bubur kental, adonan pun di masukan ke mesin ekstrusi untuk menghasilkan lembaran – lembaran sohun. Sohun basah di keringkan dengan cara di jemur di atas papan. Setelah kering sohun siap dikemas dan dipasarkan.

Dari uraian proses pembuatan diatas menghasilkan beberapa bentuk limbah yaitu: limbah cair, limbah padat dan limbah gas. Yang dapat menimbulkan beberapa dampak pula bagi masyarakat sekitar

C. Dampak Dari Limbah Pabrik Sohun

Limbah cair yang diamati. Dari pengamatan yang telah dilakukan data pada hari pertama yang diperoleh pengukuran DO meter yang dikonversikan ke BOD, diperoleh nilai DO sebesar 0,86 mg/L dengan suhu 28,5 oC dalam waktu 1 menit 5 detik

Sedangkan data pengamatan limbah setelah hari ke lima diperoleh data pengukuran DO meter yang dikonversikan ke BOD, diperoleh nilai DO sebesar 0,51 mg/L dengan suhu 26,6 oC dalam waktu 2 menit 12 detik.

Dari data diatas dapat diperoleh nilai DO dengan rumus :

DO = 5 x (DO awal – DO akhir)

= 5 x (0,86 – 0,51 )mg / L

= 5 x 0,35 mg / L

= 1,75 mg/ L

= 1,75 ppm

Sedangkan standard DO atau limbah cair berkualitas yaitu = 8,00 ppm

Limbah gas yang diamati. Dari pengamatan yang dilakukan bahwa hasil pembakaran kayu pabrik soun ialah hasil pembakaran sempurna sehingga menghasilkan Karbondioksida (CO2) dan partikel-partikel koloid (debu).

Sehingga dari uraian di atas ada beberapa dampak lingkungan yang di timbulkan dari kegiatan memproduksi sohun, hal ini dapat merugikan masyarakat sekitar pabrik, berikut dampak - dampak dari limbah pabrik sohun:

1. Pencemaran Tanah

Limbah cair yang dihasilkan dari proses pencampuran bahan sohun itu di buang ke selokan tanah, yang menyebabkan tanah akan bercampur limbah dan menimbulkan tanah tersebut mengandung zat kimia yang menyebabkan tingkat kesuburan tanah menjadi berkurang dan air tanah menjadi keruh dan bau.

2. Pencemaran Air

Limbah cair itu juga kemudian menuju ke pembuangan akhir yaitu sungai, yang dapat menyebabkan PH, warna, bau, dan rasa air berubah.

3. Rusaknya Vegetasi Dan Ekosistem Air

Karena pencemaran tersebut akhirnya vegetasi di sekitar jalur pembuangan menjadi rusak dan banyak nya ikan yang mati.

4. Pencemaran Udara

Limbah gas hasil dari proses pembakaran di buang lewat cerobong dalam bentuk asap hitam yang dapat mencemari udara karena banyak mengandung CO2 dan debu

    D. Solusi

SOLUSI I : Limbah cair itu sebelum di buang ke sungai atau sebagai nya limbah cair di alirkan dulu ke IPAL Terpadu (Instalasi Pengolahan Air Limbah Terpadu).

IPAL adalah suatu perangkat peralatan teknik beserta perlengkapannya yang memproses / mengolah cairan sisa proses produksi pabrik, sehingga cairan tersebut layak dibuang ke lingkungan.

Unit IPAL dirancang sedemikan rupa agar cara operasinya mudah dan biaya operasionalnya murah. Unit ini terdiri dari perangkat utama dan perangkat penunjang. Perangkat utama dalam system pengolahan terdiri dari unit pencampur statis (static mixer), bak antara, bak koagulasi-flokulasi, saringan multimedia/ kerikil, pasir, karbon, mangan zeolit (multimedia filter), saringan karbon aktif (activated carbon filter), dan saringan penukar ion (ion exchange filter). Perangkat penunjang dalam sistem pengolahan ini dipasang untuk mendukung operasi treatment yang terdiri dari pompa air baku untuk intake (raw water pump), pompa dosing (dosing pump), tangki bahan kimia (chemical tank), pompa filter untuk mempompa air dari bak koagulasi-flokulasi ke saringan/filter, dan perpipaan serta kelengkapan lainnya.

Proses pengolahan diawali dengan memompa air baku dari bak penampungan kemudian diinjeksi dengan bahan kimia ferrosulfat dan PAC (Poly Allumunium Chloride), kemudian dicampur melalui static mixer supaya bercampur dengan baik. Kemudian air baku yang teroksidasi dialirkan ke bak koagulasiflokulasi dengan waktu tinggal sekitar 2 jam. Setelah itu air dari bak dipompa ke saringan multimedia, saringan karbon aktif dan saringan penukar ion. Hasil air olahan di masukkan ke bak penampungan untuk digunakan kembali sebagai air pencucian. Proses Pengolahan Limbah Industri Kecil

Cara Kerja IPAL

a. Pompa Air Baku (Raw water pump)

Pompa air baku yang digunakan jenis setrifugal dengan kapasitas maksimum yang dibutuhkan untuk unit pengolahan (daya tarik minimal 9 meter dan daya dorong 40 meter). Air baku yang dipompa berasal dari bak akhir dari proses pengendapan pada hasil buangan limbah industri pelapisan logam.

b. Pompa Dosing (Dosing pump)

Merupakan peralatan untuk mengijeksi bahan kimia (ferrosulfat dan PAC) dengan pengaturan laju alir dan konsentrasi tertentu untuk mengatur dosis bahan kimia tersebut. Tujuan dari pemberian bahan kimia ini adalah sebagai oksidator.

c. Pencampur Statik (Static mixer)

Dalam peralatan ini bahan-bahan kimia dicampur sampai homogen dengan kecepatan pengadukan tertentu untuk menghindari pecah flok.

d. Bak Koagulasi-Flokulasi

Dalam unit ini terjadi pemisahan padatan tersuspensi yang terkumpul dalam bentuk-bentuk flok dan mengendap, sedangkan air mengalir overflow menuju proses berikutnya.

e. Pompa Filter

Pompa yang digunakan mirip dengan pompa air baku. Pompa ini harus dapat melalui saringan multimedia, saringan karbon aktif, dan saringan penukar ion.

f. Saringan Multimedia

Air dari bak koagulasi-flokulasi dipompa masuk ke unit penyaringan multimedia dengan tekanan maksimum sekitar 4 Bar. Unit ini berfungsi menyaring partikel kasar yang berasal dari air olahan. Unit filter berbentuk silinder dan terbuat dari bahan fiberglas. Unit ini dilengkapi dengan keran multi purpose (multiport), sehingga untuk proses pencucian balik dapat dilakukan dengan sangat sederhana, yaitu dengan hanya memutar keran tersebut sesuai dengan petunjuknya. Tinggi filter ini mencapai 120 cm dan berdiameter 30 cm. Media penyaring yang digunakan berupa pasir silika dan mangan zeolit. Unit filter ini juga didisain secara khusus, sehingga memudahkan dalam hal pengoperasiannya dan pemeliharaannya. Dengan menggunakan unit ini, maka kadar besi dan mangan, serta beberapa logam-logam lain yang masih terlarut dalam air dapat dikurangi sampai sesuai dengan kandungan yang diperbolehkan untuk air minum.

g. Saringan Karbon Aktif

Unit ini khusus digunakan untuk penghilang bau, warna, logam berat dan pengotor-pengotor organik lainnya. Ukuran dan bentuk unit ini sama dengan unit penyaring lainnya. Media penyaring yang digunakan adalah karbon aktif granular atau butiran dengan ukuran 1 – 2,5 mm atau resin sintetis, serta menggunakan juga media pendukung berupa pasir silika pada bagian dasar.

h. Saringan Penukar Ion

Pada proses pertukaran ion, kalsium dan magnesium ditukardengan sodium. Pertukaran ini berlangsung dengan cara melewatkan air sadah ke dalam unggun butiran yang terbuat dari bahan yang mempunyai kemampuan menukarkan ion. Bahan penukar ion pada awalnya menggunakan bahan yang berasal dari alam yaitu greensand yang biasa disebut zeolit, Agar lebih efektif Bahan greensand diproses terlebih dahulu. Disamping itu digunakan zeolit sintetis yang terbuat dari sulphonated coals dan condentation polymer. Pada saat ini bahan-bahan tersebut sudah diganti dengan bahan yang lebih efektif yang disebut resin penukar ion. Resin penukar ion umumnya terbuat dari partikel cross-linked polystyrene. Apabila resin telah jenuh maka resin tersebut perlu diregenerasi. Proses regenerasi dilakukan dengan cara melewatkan larutan garam dapur pekat ke dalam unggun resin yang telah jenuh. Pada proses regenerasi terjadi reaksi sebaliknya yaitu kalsium dan magnesium dilepaskan dari resin, digantikan dengan sodium dari larutan garam.

i. Sistem Jaringan Perpipaan

Sistem jaringan perpipaan terdiri dari empat bagian, yaitu jaringan inlet (air masuk), jaringan outlet (air hasil olahan), jaringan bahan kimia dari pompa dosing dan jaringan pipa pembuangan air pencucian. Sistem jaringan ini dilengkapi dengan keran-keran sesuai dengan ukuran perpipaan. Diameter yang dipakai sebagian besar adalah 1” dan pembuangan dari bak koagulasi-flokulasi sebesar 2“. Bahan pipa PVC tahan tekan, seperti rucika. Sedangkan keran (ball valve) yang dipakai adalah keran tahan karat terbuat dari plastik.

j. Tangki Bahan-Bahan Kimia

Tangki bahan kimia terdiri dari 2 buah tangki fiberglas dengan volume masing-masing 30 liter. Bahan-bahan kimia adalah ferrosulfat dan PAC. Bahan kimia berfungsi sebagai oksidator.

SOLUSI II : Limbah berbentuk gas hasil dari pembakaran yang berupa asap sebelum di buang ke udara terlebih dahulu di saring dengan memanfaatkan pembersih udara menggunakan reaksi CO2 dengan air kapur. Agar asap yang keluar menjadi bersih.

Reaksi CO2 dengan Air Kapur

Ca(OH)2 + CO2 ===> CaCO3 + H2O

Cara Kerja Penyaring

persiapan

    1. Tabung besar tertutup

    2. 2 buah Blower sebagai penarik CO2

    3. Selang atau pipa untuk saluran

    4. Air kapur

Pembuatan alat

    · Lubangi tabung di atas samping tabung dan lubangi juga secara berlawanan arah di bawah samping tabung, lubang di sesuaikan dengan diameter pipa

    · Sambungkan pipa atau saluran dengan tabung, pipa sabungan dengan lubang bawah dibuat vertical,

    · Isikan air kapur kedalam tabung

    · Sambungkan pipa ke blower

    · Setelah semua selesai sambungkan saluran bagian bawah ke saluran tungku pembakaran dan saluran bagian atas ke cerobong asap

Cara kerja

Asap hasil pembakaran tungku di tarik oleh blower kemudian di tiup dan di salurkan ke tabung yang berisi air kapur melalui melalui pipa saluran, air kapur akan bereaksi dengan CO2 menghasilkan gas minim CO2 kemudian gas hasil reaksi di tarik dan di salurkan oleh blower ke cerobong selanjutnya di keluarkan ke lingkungan.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Adapun yang menjadi kesimpulan dari bahasan diatas, sebagai berikut :

    1. Pabrik sohun adalah pabrik yang membuat makanan mie halus yang terbuat dari pati sagu dan campuran pewarna biru makanan.

    2. Pabrik yang bisa di bilang kecil seperti pabrik sohun bisa menimbulkan dampak yang besar jika tidak di tangani dengan baik limbah nya.

    3. Dampak dari limbah pabrik soun meliputi:

    · Pencemaran tanah

    · Pencemaran air

    · Pencemaran udara

    · Vegetasi dan ekosistem air rusak

    4. Pencemaran lingkungan akan menyebabkan menurunnya mutu lingkungan hidup, sehingga akan mengancam kelangsungan makhluk hidup, terutama ketenangan dan ketentraman hidup manusia.

    5. Peranan IPAL terhadap efektifitas pengolahan limbah cair soun cukup efektif agar hasil buang limbah cair menjadi tidak berbahaya.

    6. Reaksi CO2 dengan air kapur bisa jadi jalan efektif untuk menyaring koloid dan CO2 dalam asap hasil pembakaran.

Comment Stream