#Cerpen: Eksekusi Mati

Eksekusi mati menjadi cerita yang diangkat Sri Wintala Ahmad ke dalam sebuah #Cerpen. Mengusung cerita tentang latarbelakang seorang perempuan papa dan hendak membahagiakan orangtua yang dicintainya, namun justru perempuan lugu ini menjadi korban atas pekerjaan yang belum begitu dipahaminya. Untuk lebih jelasnya silakan simak di arsip #klipingsastra ini »» http://id.klipingsastra.com/2015/03/eksekusi-mati.html #CerpenMinggu #CerpenIndonesia #CerpenMingguPagi #CerpenNusantara #CerpenKoranMinggu #CerpenKoran #Literatur #Literature #Literasi #KlipingCerpen #KoranMinggu #KumpulanSastra #KumpulanCerpen #sastra #SastraNusantara #SastraKoran #SastraKoranMinggu #SastraIndonesia #SastraMinggu

SUDAH lama ayah Sukarti meninggal lantaran sakit yang tak tersembuhkan. Bila mengenang nasib buruk ayahnya, Sukarti yang hanya tamatan SD itu selalu meneteskan air mata. Sebagaimana Darsini emaknya yang hanya buruh gendong, Sukarti yang kesehariannyabekerja sebagai tukang cuci itu hanya sanggup mengobatkan ayahnya ke puskesmas seminggu sekali.

Beban hidup Sukarti semakin berat sepeninggal ayahnya. Bila dijumlahkan, penghasilan Sukarti dan emaknya belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Upah per bulannya hanya habis digunakan untuk membayar kontrakan rumah, tagihan listrik, membeli gas, berbelanja sayuran dan beras yang harganya kian membubung.
Sejak bayi, Sukarti hidup dalam kemelaratan. Karena kemelaratannya itu, mendiang ayahnya pernah meminta Darsini untuk menghanyutkan bayi merah Sukarti ke sungai. Karena cintanya pada bayi itu, Darsini tak terpengaruh oleh hasutan iblis yang bersarang di benak suaminya.
Karena tak pernah memiliki usang banyak, Sukarti gagal melanjutkan pendidikan SMP-nya. Sewaktu SD, Sukarti terpaksa membiayai sekolahnya sendiri dengan mengamen di perempatan jalan dari lepas siang hingga ambang senja. Bermodalkan tamborin bekas dan suara fals.

Comment Stream