Mahasiswa Papua Ditipu & Dihadang Gabungan TNI/POLRI

Di Beritahukan Oleh : Budhy, Raymond, Tabuni.

Menyikapi Kedatangan Wapres,
Mahasiswa Papua/Dok. AngSel/ AMP

www.buditabuni.com

Menyikapi kedatangan Wapres,
Mahasiswa Papua/Dok. AngSel/AMP

"Kami mau sampaikan tuntutan kami kepada Wapres terkait rentetan kekerasan yang terjadi di Tanah Papua," suara orasi politik dari Korlap, HY, dikutip tpn.

Polres Sleman, Hery S, dalam kunjungan sesaat sebelum mulainya demo, mengatakan bahwa Negara ini menjamin bagi siapa pun bebas berpendapat, seperti yang terterah dalam UU Negara. Dan kami sebagai pihak keamanan akan menjaga jalannya Demo ini, dikutip tpn.

Hery S menambahkan, "nanti tunggu saja di Terminal. Karena, Bapak Wapres akan lewat di sini, terminal," dikutip tpn saat penjelasan dari Polres Sleman.

Namun, saat hendak menuju jalan raya, jalan utama Ring Road Utara, terlihat pengawalan atas kedatangan Wapres. Dan Wapres tidak melewati terminal. Tetapi, melewati jalan utama Ring Road Utara, Sleman, Yogyakarta, menuju Rumahnya.

"Bah pak Polisi, Wapres Indonesia dong lewat depan tu. Stop tipu tong suda." Kata korlap, HY, dengan nada yang kecewa, dikutip tpn.

TPN: Polres Sleman, menghadang massa aksi.
/Dok. AngSel/AMP

Massa Aksi pun Long Marchmenuju rumahnya Wapres. Namun, dihadang Gabungan TNI/POLRI. Ada dua lapis hadangan itu. Barisan depan adalah POLRI, Polres Sleman, yang telah mendatangkan anggotanya satu Trek Polisi. Barisan kedua adalah TNI AD, Polres Sleman pun ikut membantu hadang. Terlihat bagaikan pagar, tembok, hadangan itu.

Massa aksi pun mendobrak hadangan pertama. Namun kandas dihadangan kedua.

"Dimanakah Negara yang disebut Demokrasi ini. Dimanakah UU Negara ini, yang menjamin bahwa setiap individu atau kelompok bebas menyampaikan pendapat." Kata Koordinator, LD, dengan nada yang tegas, dikutip tpn.

Beberapa tuntutan yang diserahkan kepada Wapres. Namun, diberikan ke pihak keamanan untuk mewakili agar segera berikan Wapres. Yaitu:Tarik Militer Organik dan Non-Organik dari seluruh Tanah Papua, Bubarkan Kodam, Batalion 753 Nabire dan 756 Wamena Tutup Penambangan Ilegal di Degeuwo, Paniai, dan dari Seluruh Tanah Papua, dan Buka Ruang Demokrasi Yang Seluas-Luasnya Di Tanah Papua.
Wapres tiba di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, setelah dari Makasar. Dan langsung menuju Rumahnya di Sleman, Yogyakarta.Serta singgah di beberapa tempat di Yogyakarta

........................Sekian dan trimah kasih bersama saya....................

:+++++++++++++ Raimond, Budhy Tabuni++++++++