Konveksi Tas Di Jakarta Timur

You can put a sub headline here.

Tackk is the newest format to
creatively share anything on the web.

lw mah, bangkrut gw kalo ngajakin lw terus" Desi merajuk, merengut, bersungut, sungguh cantik tidak terbanding, betul itu.

"hahaha, becanda atuh. tenang aja, keujung dunia pun gw temenin lw de"
Konveksi Tas Di Jakarta Timur
Siangnya, masih dihari itu, masih di Bogor itu. Berdua kita pergi ke PP atau biasa kata lain Pangrango Plaza, salah satu Plaza paling sepi di Bogor, entah karena inflasi atau karena masalah ejakulasi, entah.

Jaman dulu kawan, kami belum kenal itu yang namanya kamera DSLR milik sendiri, kampus hanya mampu memfasilitasi kami para mahasiswa dengan kamera SLR film. Beli filmnya saja sudah membuat kantong sesak nafas, belum lagi cuci fotonya, yang tidak kuat pasti dan selalu melambaikan tangan ke kamera. Kalau tanggal tua, itu tugas fotografi tentu kami tunda dengan senang gembira. Perut itu selalu dan pasti lebih penting dari tugas.

"sore ya selesainya teh" kasir yang melayani kami memberitahukan, artinya nanti sore itu hasil cetakan baru bisa kita orang ambil.

"oke siap. ham, lw mau kemana lagi nih?" ujar Desi sambil memasukkan itu nota bukti pengambilan hasil foto.

"gw sih ga tau. paling ke warnet, ada tugas yang belum selesai, dikit lagi sih" saya selalu mengerjakan tugas itu dengan dicicil, tidak pernah membuatnya sekali jadi, maka itu tugas saya tidak pernah selesai dengan cepat.

"gw laper nih, lw laper ga?" desi mulai lapar, mulai lapar

"sama gw juga belom makan, KFC?" inisiatif itu perlu jendral.

"boleh juga sih. yok" Desi langsung menarik itu saya punya tangan, sungguh tidak sopan, tapi sungguh saya senang.

Sepanjang jalan menuju KFC, Desi sebagaimana itu orang perempuan tidak bisa tidak untuk cuci mata. Padahal segala apa juga tidak beli dia, hanya tanya sana tanya sini. Sungguh perempuan itu susah dimengerti sulit dipahami.

"teh, itu gelang dari emas?" Desi terhenti di satu stand kecil yang berdagang aksesoris

"bukan teh, itu dari kuningan. Disini kita ga jual yang dari emas" penjaga toko dengan sabar dan sesuai manual menjelaskan.

"ham, ham, itu bando kayaknya cakep deh." mulai deh, kebiasaan buruk Desi adalah tidak bisa itu nona melihat aksesoris, pasti dan selalu ada saja yang mau dibelinya, tidak perduli tanggal tua, apalagi kalau masih bulan muda, yang penting dia punya hati itu senang.